Bukan Tentang “Angkuh, Iri, Dengki dan Syirik”

AIDS, hingga kini masih membuat yang mendengarnya meringis,
Sering disangka sebagai kutukan iblis,
AIDS, merajalela membawa suasana mencekam,
Mendatangi tua, muda, kaya, papa, tak mengenal ras dan usia
AIDS, datang pada segala bangsa dengan kepercayaan dan budaya yang berbeda
Menyisakan suasana kekhawatiran yang mendalam.

AIDS, kata orang adalah kutukan
Bagi mereka para pendosa di lembah kehinaan

AIDS, menyerang pada bayi lemah, yang diturunkan dari ibu pada anaknya
Dari jarum suntik para penikmat narkoba,
Dari kecerobohan dokter gigi pada pasiennya,
Dari hubungan terlarang antar manusia
Dari suami pada istrinya yang mulia
Dari istri durhaka pada suaminya yang setia

Marah merah para pemuda
Berteriak pada keadaan
Atas dasar apa ini ditimpakan??

Karna salah apa harus merasakan??
Antara pendosa dan korban, mulai tak bisa dibedakan..

Mereka mneriakan solusi yang mereka inginkan,
Agar bisnis tetap berjalan..

Narkoba berjaya, prostitusi dilegalkan dan bayi di tempat pembuangan
Semua jadi satu, bercampur aduk..

Tinggal tunggu saatnya kehancuran,
Bagi para penginkar hukum Sang Pengatur Kehidupan,
Pengagung aturan buatan,
Yang eksis demi hawa nafsu keabadian..

“Jikalau sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan brtakwa, pastilah kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”
(QS. An-Nahl: 112)

Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah saw. bersabda,

“Tidaklah seorang hamba berzina tatkala ia sebagai seorang mu’min; dan tidaklah ia mencuri, manakala tatkala ia mencuri sebagai seorang beriman; dan tidaklah ia meneguk arak ketikaia meneguknya sebagai seorang beriman; dan tidaklah ia membunuh (orang tak berdosa), manakala ia membunuh sebagai seorang beriman.”

Tulisan ini didedikasikan untuk para pejuang syari’ah dan khilafah,
Diantara pekik, teriak, usaha dan do’a yang mereka perjuangkan demi kembalinya peradaban kedua yang mulia..
Dan untuk seseorang yang telah memberikan waktu luangnya demi mengoreksi dan memberi
“finishing touch” pada catatan kecil ini.

warmest regards,

bella burhani
[ID YM: viva_rosetti]
https://anabelrosetti.wordpress.com/
Page Halqoh Online on FB
web Halqoh Online

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s