~Orang Tua adalah Pelita Jiwa~

Orang tua..
Ahh, predikat yang mulia di mataku dan mungkin sering terlupakan oleh kita anak-anaknya sendiri. Kita yang pergi berdakwah ke sana sini, mengontak ini itu, merancang semua acara demi kebangkitan umat.

“Persaudaraan karena ikatan ideologis lebih berharga dari ikatan darah sekalipun”

Ungkapan ini memang benar..

Tapi kita harus ingat, ada orang tua, adik, kakak, sepupu, kakek, nenek, om, tante yang harus kita benahi dan luruskan pemahamannya juga.

Orang tua..
Selalu rela melakukan apapun demi anak-anaknya, rela memberikan yang terbaik demi anaknya, rela bekerja keras asal anaknya makan enak dan hidup kecukupan, rela makan nasi hanya dengan garam atau bahkan di masa lalu cukup hanya makan nasi thiwul.

Orang tua..
Apapun panggilannya, umi abi, mama papa, ibu bapak, ayah bunda, enyak babe, abah ambu, dll adalah kedua orang yang sangat kita kasihi.
Tapi aku lebih suka manggil mami papi.

Teringat kasih sayang mami..
Ahh, mamiku yang pinter masak, mamiku yang slalu mendengarkan segala keluh kesahku, mamiku yang ambisius, mamiku yang over protected, mamiku yang hampir menjadi segalanya bagiku, mamiku yang cerewet😀, mamiku yg tak pernah berputus asa pada Rahmat Allah, mamiku yang bersedia menjadi penyambung mata rantai mabda’ ini, mamiku yang tenggelam dalam shalat2 malamnya, tenggelam dalam bait2 do’anya.
Mamiku masih menjadi yang terbaik dalam hatiku.
Menempati ruangannya yang besar dalam relung hati ini.

Mungkin kebanggaan satu2nya mami terhadapku adala bahwa aku tak pernah membantah semua perintahnya karene kata mami aku udah berbakat sbg “pemberontak”😀
U still my best mumz ^_^

dan papi,
Papiku yang terkadang menyesal atas keputusan finansial di masa lalu.
Pilihan yang mungkin mengantarkan pada keadaan ini.
Bukan kehilangan harta yang membuatku bersedih, papi.
Yah, mungkin awalnya ini adalah ujian yang berat bagi kita..
Tapi saat ini, aku udah gak mikirin yang seperti itu lagi.
Aku udah gak konsumtif lagi, aku udah gak shopisticated lagi.
Toh dulu kita gak pernah bener-bener bahagia, tidak pernah benar-benar hidup tenang.
Beda sama sekarang, alhamdulillah segalanya berkah bagiku.
Papiku kembali menjadi papi kebanggaanku, papiku tak pernah absen manyambangi mesjid untuk berjama’ah, papiku yg slalu memperhatikan makanan kesukaanku, papiku yang berkontribusi dalam dakwah ini, papiku yang segalanya..

Ahh, kasih sayang ini merambat lewat tangan sahabat, bukan lewat uang..

seringkali aku lupa, merekalah cahaya hidupku.
seringkali aku lupa bersyukur, terlena akan dunia fana yg penuh nestapa.

Ya Rabb, buatlah aku manjadi kebanggan mereka di hari kebangkitan nanti..
aku, putri mereka satu2nya..

kepada orang tua yang dicintai anak-anaknya:
Do’akanlah kami, dalam setiap langkah perjuangan kami..
Do’akanlah, agar kami tak pernah terjerumus kdalam lembah keputusasaan..
Do’akanlah, agar setapak pun kami tak akan pernah mundur dalam pertarungan ini..
Do’akanlah, agar kami menjadi penebus dosa-dosamu nanti.
Do’akanlah, Do’akanlah..

jangan biarkan kami gugur dalam kehampaan..

dan kepada calon pendidik generasi mujahid:
jika antum mau menjadikan generasi mendatang menjadi generasi pejuang tangguh,
sekaranglah saatnya antum menempa diri sekeras mungkin..
karena tidak mungkin singa dibesarkan oleh domba..

dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah karena hanya orang-orang yang berputus asa yang meninggalkan idealisme mereka.
Kept Fight, Kept Move n Kept Revolt!!
Allahu Akbar !!

PERSEVERE on our IDEALISM,
~segenggam mabda’ dalam tangan yang membara~muslim family

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s