[Konferensi Remaja Muslimah Jakarta, Ahad 26 Juli 2009]

Alhamdulillah, hari ahad tanggal 26-07-2009, Konferensi Muslimah Remaja Jakarta sudah terselenggara. Berkat persiapan minim selama 2 minggu. Itu pun masih terpotong-potong untuk rapat, penyetujuan slide untuk audiensi ke sekolah2 dan road show.

Jujur saja, saya pribadi merasa sangat tidak optimal dalam mempersiapkannya. Terutama persiapan di Tangerang. Meski sumber daya dan waktu terbatas, insya Allah itu semua bukan jadi masalah dan memang tidak akan pernah jadi penghalang bagi kita semua yang ingin memuliakan kembali agama Allah dengan memperbaharui kualitas generasi penerusnya, yaitu remaja. Sesungguhnya, tidak ada istilah remaja di dalam Islam. Adanya belum baligh dan sudah baligh. Ketika seorang anak belum baligh, maka urusan pendidikannya diserahkan pada orang tua dan ketika sudah baligh, anak tersebut dianggap sudah mampu memikul semua tanggung jawab yang dibebankan Allah padanya.

Namun apa yang terjadi saat ini??
Kondisi hedonis-sekuler-kapitalistik membuat semuanya jungkir balik. Remaja yang mayoritas sudah baligh masih dianggap sebagai anak-anak. Kebutuhan biologisnya matang tapi pemikirannya anjlok. Orang tua seringkali mencukupkan pendidikan pada sekolah semata, karena dirasa sudah membayar mahal. Sungguh ironis, ketika seorang ibu yang seharusnya menjadi tonggak kebangkitan generasi malah sibuk bekerja full time, arisan, ke mall dan lain-lain. Walhasil, tidak heran apabila anak-anaknya lebih percaya pada teman-teman atau benda-benda yang disayanginya. Mereka tidak pernah merasakan kasih sayang ibundanya dan uminya pun tidak pernah belajar untuk menyayangi melalui sentuhan tangan. Anak-anaknya dipaksa untuk berhubungan dengan kesenangan yang semu. Anaknya tidak pernah dibentengi oleh pemahaman dan nilai-nilai Islam yang kokoh. Anaknya dibiarkan tumbuh dengan sendirinya seolah-olah anak tersebut dibesarkan oleh serigala, bukan oleh manusia. Aneh kan kalo ada orangtua yang menyetujui anaknya bergaul bebas dengan lawan jenis tapi belingsatan ketika mendapati putri kesayangannya tiba-tiba terpaksa memikul beban menjadi orang tua. Single parent lagi, karena si lelaki partnernya menghilang tak jelas keberadaanya. Panik??? Jelas. Solusi apa kira-kira ditawarkan pada remaja belasan tahun yang belum siap menjadi orangtua. Sodara-sodara tentu sudah bisa menebak jawabannya. A-B-O-R-S-I.

Frekuensi terjadinya aborsi sangat sulit dihitung secara akurat,
karena aborsi buatan sangat sering terjadi tanpa dilaporkan – kecuali jika terjadi komplikasi, sehingga perlu perawatan di Rumah Sakit.
Akan tetapi, berdasarkan perkiraan dari BKBN, ada sekitar 2.000.000 kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Berarti ada 2.000.000 nyawa yang dibunuh setiap tahunnya secara keji tanpa banyak yang tahu. Jumlah kematian karena aborsi selalu melebihi kematian karena kecelakaan, bunuh diri ataupun pembunuhan – di seluruh dunia. Secara keseluruhan, di seluruh dunia, aborsi adalah penyebab kematian yang paling utama dibandingkan kanker maupun penyakit jantung. Na’udzubillah.

Menyambut hari anak tahun ini, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia mengadakan suatu rangkain acara di kota-kota besar, baik serempak pada tanggal ini atau pada tanggal-tanggal setelah ini. Inilah persembahan yang bisa kami berikan pada remaja generasi penerus peradaban. Remaja inilah yang akan meneruskan perjuangan kita. Bagaimana mungkin Islam kembali berjaya bila ditopang oleh remaja yang keropos?? Remaja yang berorientasi pada kesenangan dunia semata??

Dua minggu menuju KRMJ, kami yang di Tangerang mulai “kasak-kusuk” sambil mempersiapkan semua perlengkapan. Slide kesehatan reproduksi remaja mulai di bahas dan diolah (jujur ajah, saya mual melihat foto-foto janin yang tercabik-cabik. Di akhirat nanti mereka akan menuntut “Atas dosa apa kami dibunuh??). Surat audiensi untuk ke sekolah-sekolah di persiapkan dan kami sudah bagi-bagi tugas. Pendek kata semua siap, tinggal “berangkaaat !!”.

Saya dan seorang teman menuju sebuah sekolah menengah atas negeri di kota ini. Datang ke sana untuk permohonan audiensi. Alhamdulillah, seorang guru Pembina kesiswaan sudah setuju kami mengadakan audiensi. Tapii, tiba-tiba muncul Pembina kesiswaan yang lainnya. Beliau langsung meng-cut pembicaraan saya dengan alasan tidak ada jadwal dari sekolah-lah, harus izin lewat humas dulu-lah, sampai mengatakan bahwa urusan kespro di sekolah itu sudah bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Saya shock?? Tentu aja. Cuma saya berpikir, ditolak 1 kali ga akan membuat saya mundur. Justru saya akan melangkah 1000 kali lebih jauh. Takbir !! Allahu akbar !!

Selanjutnya kami mendatangi sekolah dan sekolah lainnya. Di salah satu sekolah yang kami datangi untuk audiensi, pesertanya membludak. Satu aula besar full dengan anak-anak sekolah. Mereka antusias dengan pemaparan. Tapi sayang sekali sodara-sodara, di tengah-tengah audiensi ada seorang anak yang campaign untuk pro-pacaran. Pacaran yang sehat katanya. Mang ada?? Pacarannya sambil minum obat kali. Innalillahi. Aya-aya wae eta budak..

Setelah mengalami komplikasi karena miskom keberadaan LCD di mana, laptop saya yang ngambek konek ama LCD (padahal pas uji coba bisa), suara serak karena “jualan” mulu, alergi yang kumat karena wara wiri naek motor, pusing-pusing, mual-mual karena lambung saya g mau kompromi, briefing sebelum hari H di lokasi, akhirnya tgl 26 itu tiba. Subhanallah, melihat Auditorium Sport Center dipenuhi sekitar 2000-an remaja. Lieur saya ti marana eta barudak, satengahna ti kalangan jin meureun. hehe [Jujur aja saya bingung, darimana peserta yang membludak itu. Jangan-jangan sebagian peserta itu berasal dari kalangan jin. Hehe.] Puluhan bahkan mungkin ratusan kali takbir digemakan, ayat-ayat suci dilantunkan, teatrikal disuguhkan, hingga do’a didaraskan dan air mata berguguran.

Acara ini serentak dilaksanakan di Jakarta, Solo dan Sukabumi (dengan peserta 600-an), Bogor menyusul tanggal 2 Agustus, Banjarmasin & Surabaya tanggal 9 Agustus, Malang coming soon, Samarinda dalam proses pengajuan acara insya Allah.

Semoga saja inilah awalnya kebangkitan generasi Islam. Generasinya Al Faruq, Shalahuddin dan Al Fatih. Generasi penuh kemenangan. Generasi yang gemilang dan keemasan.

Katakan dengan lantang sodara2, bahwa kita tdk akan pernah berhanti berjuang !!
Katakan dgn lantang, bahwa kitalah yg akan menjadi agent of change!!
Kepalkan tangan ke atas dan teriakan takbir !!
Allahu akbar !!!

2 Komentar

  1. skali2 di adain di malang dong…

    • silakan menghubungi muslimah hizbut tahrir di malang ^_^
      atau mungkin kita bisa sharing2 utk topik ini atau yg lainnya ^_^
      jazakillah sudah mampir ke sini..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s