“Data BPS Soal Penurunan Angka Kemiskinan Tak Akurat”

JAKARTA – Penurunan angka kemiskinan sebesar 14,15 persen atau setara 2,43 juta periode Maret 2008-2009 yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) mulai menimbulkan polemik di masyarakat.

Chief Economist Research Institute Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan data yang dilansir BPS masih kurang akurat dan terlalu mengada-ngada.

Menurutnya yang menyebabkan terjadi penurunan penduduk miskin adalah adanya peningkatan yang cukup signifikan dari sektor pertanian dalam kurun waktu 1990-2009. Mengingat 40 persen penduduk Indonesia hidup dari sektor pertanian.

“Saya lihat pertumbuhan sektor pertanian cukup bagus. Dari data Danareksa di 1990 tumbuh dua persen, 1996 tumbuh tiga persen, 2007 tumbuh 3,4 persen dan 2008 tumbuh 4,8 persen, dan triwulan I-2009 tumbuh 4,8 persen. Angka-angka inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan penduduk miskin,” tukasnya, saat ditemui di kantornya di Gedung Danareksa, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2009).

Sementara itu, program-program seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), serta maraknya kegiatan selama pemilu yang dinyatakan BPS sebagai faktor penyumbang penurunan penduduk miskin, menurut Yudhi lebih bersifat jangka pendek.

“Saya pikir program-program seperti itu memang masih dibutuhkan, tapi itu jangan dijadikan target jangka panjang, artinya masa sih kita cita-citanya miskin terus?” kata Yudhi.

Dia menambahkan, selama pertumbuhan ekonomi bergerak lambat dan pemerintah belum berhasil mengurangi angka pengangguran, maka kemiskinan masih tetap terjadi.

“Kalau growth bisa mencapai tujuh persen rasanya kita tidak perlu memberi bantuan untuk orang miskin, karena ekonomi sudah bergerak cepat atau jumlah bantuan untuk orang miskin secara otomatis akan turun signifikan,” ujarnya.

Seperti diketahui, BPS mencatat jumlah penduduk miskin selama Maret 2009 turun sebanyak 14,15 persen atau setara 2,43 juta jiwa menjadi 32,53 juta jiwa, jika dibandingkan jumlah penduduk miskin Maret 2008 yang jumlahnya mencapai 34,96 juta.

Penurunan jumlah penduduk miskin pada Maret 2009 itu dengan persentase turun 1,57 juta jiwa untuk masyarakat di daerah pedesaan, sedangkan untuk masyarakat di perkotaan mencapai 0,86 juta jiwa. (Arif Sinaga/Trijaya/ade)http://www.facebook.com/ext/share.php?sid=121967858676&h=JMB28&u=95g1l&ref=mf

“Dari Maqal bin Yasar ra., ia berkata; aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:”Tidaklah seorang hamba yang diserahi Allah untuk mengatur urusan rakyat kemudian ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya kecuali Allah akan mengharamkan surga baginya.” (Mutafaq ‘alaih)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s